Valentine Day


Bila ada yang bertanya padaku seputar bulan Februari di tahun dua ribu sepuluh ini   kan kujawab seperti di bawah ini….

(Penanya)   :  Apa yang membuat Novy E.R.  senang bulan Februari tahun ini ?

(Novy E.R.) :  Walau saya tidak ikut merayakannya akan tetapi saya senang apalagi bila jalan-jalan ke mall bertaburan warna manis MERAH

dan PINK. Banyak bunga-bunga dijual warna merah dan pink untuk menyambut bulan Februari yang konon kata orang adalah

bulan Kasih Sayang, hehehe…🙂

 

Dalam benak saya bertanya, Benarkah kita mesti  mempercayai dan memperingati Hari Kasih Sayang atau yang biasa dikatakan dnegan Valenine? Jujur saja, saya  tidak tahu apa tuh sebenarnya makna mendalam  Valentine. Maksudnya apa ya ada hari itu ?  ADa-ada saja orang membuat hari bersejarah itu. Kan kasih sayang it u setiap hari. Masa kita menebar rasa sayang hanya sehari dan selanjutnya tidak ada lagi.

Oke dech, apapun pendapat kalian tentang makna Valentine, selamat merayakannya buat  Anda yang merayakan dan mempercayainya!

Kebetulan tahun ini saya hanya menyukai pemandangan indah bertaburan warna merah dan pink dengan bunga-bunga catik menghiasi pertokoan-pertokoan modern dengan warna favorit saya itu.

Di episode (aih, jadi kayak sinetron aja) ke-102 dalam my notes facebook ini, saya ingin menuliskan tentang Valentine Day.

Apakah Valentine Day itu? Apa manfaat dan maknanya?

Dalam catatan blog http :\\javanologi.multiply.com\  (Maaf, sekarang sudah tidak ada lagi) tertanggal 13 Februari 2009 telah saya tuliskan tentang Valentine Day. Berikut tulisan yang hanya singkat ini :

“Valentine jatuh tanggal 14 Februari. Disebut sebagai Hari Kasih Sayang.Benarkah Valentine itu ada? Terutama buat anak-anak muda baik yang masih remaja/ ABG maupun dalam masa pacaran.
Di dalam Islam sebenarnyaa pacaran/berduaan saja dilarang mengapa hari Valentine itu ada? Dan apakah kita menebar kasih sayang hanya di hari itu? Tidak adalah hari yang lain?

Valentine sebenarnya adalah harinya orang-orang Barat.Entah bagaimana asal mulanya hingga muncul hari Kasih Sayang dimana di hari itu bertebaran warna manis “PINK”.

Nah buat kita yang Muslim,mohon tidak usah ikut-ikutan acara terebut.Banyak keburukan yang kita dapat.Bukan untuk pacaran yang dibolehkan. Kita bisa berkasih sayang dengan cara yang dibenarkan oleh agama kita. Kita bisa menebar kasih sayang kepada setiap orang.Bukan hanya untuk kekasih,pacar, suami,istri, tapi juga ke orang tua, kakek nenek, anak, saudara, teman, bahkan musuh sekalipun.Kita bisa kan mengirimkan doa pada mereka? Bukankah doa adalh yang terbaik untuk menebar kasih dan sayang itu ? “

Ini dari website http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hari_Valentine&action=edit&section=2 tentang Valentine Day:

=== Perayaan Kesuburan bulan Februari ===
Asosiasi pertengahan bulan [[Februari]] dengan [[cinta]] dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender [[Athena]] kuno, periode antara pertengahan [[Januari]] dengan pertengahan Februari adalah bulan [[Gamelion]], yang dipersembahkan kepada [[pernikahan]] suci [[Dewa]] [[Zeus]] dan [[Hera]].

Di [[Roma]] kuno, [[15 Februari]] adalah hari raya [[Lupercalia]], sebuah perayaan [[Lupercus]], dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit [[kambing]]. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum [[anggur (minuman)|anggur]], mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

=== Hari Raya Gereja ===
Menurut ”Ensiklopedi Katolik” (”Catholic Encyclopaedia” [[1908]]), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga [[martir]] atau [[santo]] (orang suci) yang berbeda:

* seorang [[pastur]] di [[Roma]]
* seorang [[uskup]] Interamna (modern [[Terni]])
* seorang martir di provinsi Romawi [[Africa (provinsi)|Africa]].

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan [[Paus Gelasius I]], pada tahun [[496]], menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari [[14 Februari]] ditetapkan sebagai hari raya peringatan [[santo Valentinus]]. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal [[15 Februari]].

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke [[gereja]] [[Whitefriar Street Carmelite Church]] di [[Dublin]], [[Irlandia]]. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh [[Paus Gregorius XVI]] pada [[1836]]. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada [[hari Valentine]], di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah [[prosesi]] khusyuk dan dibawa ke sebuah [[altar]] tinggi. Pada hari itu sebuah [[misa]] khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan [[cinta]].

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun [[1969]] sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis [[legenda]] saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada [[paroki]]-paroki tertentu.

== Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat ==
Di [[Jepang]], Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai ”Giri-choko”, dari kata ”giri” (kewajiban) dan ”choco” (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(”[[White Day]]”) muncul. Pada hari ini ([[14 Maret]]), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.

Di [[Taiwan]], sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah “Hari Raya Anak Perempuan” (”[[Qi Xi]]”). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.

Di [[Indonesia]], budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini menjadi budaya populer di kalangan anak muda. Bentuk perayaannya bermacam-macam, mulai dari saling berbagi kasih dengan pasangan, orang tua, orang-orang yang kurang beruntung secara materi, dan mengunjungi panti asuhan di mana mereka sangat membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia. Pertokoan dan media (stasiun [[TV]], [[radio]], dan [[majalah remaja]]) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.

=== Valentinius ===
Guru ilmu [[Agnostisisme]] yang berpengaruh ”'[[Valentinius]]”’, adalah seorang calon [[uskup]] Roma pada tahun [[143]]. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep… dalam agama [[Kristen]] yang umum. [[Stephan A. Hoeller]], seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: “Selain [[sakramen]] [[baptis|permandian]], penguatan, [[ekaristi]], [[imamat]] dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil “penebusan dosa” (”apolytrosis”) dan “tempat pelaminan”…” [http://www.gnosis.org/valentinus.htm].

=== Era abad pertengahan ===
Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan [[cinta]] romantis adalah pada [[abad ke-14]] di [[Inggris]] dan [[Perancis]], di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris pertengahan ternama [[Geoffrey Chaucer]] pada abad ke-14. Ia menulis di cerita ”[[Parlement of Foules]] (Percakapan Burung-Burung)” bahwa
::”For this was sent on Seynt Valentyne’s day” (“Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)
::”When every foul cometh there to choose his mate” (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)

Pada zaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan mereka “Valentine” mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan [[British Library]] di [[London]]. Kemungkinan besar banyak [[legenda]]-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
* Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai [[martir]] (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”.
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh [[Kaisar]] [[Claudius II]], santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Dari sumber yang saya baca tentang valentine Day :

Seluruh agama yang ada di dunia ini menggajarkan kasih sayang antar sesama manusia, sekaligus melarang bermusuhan antara satu dengan yang lainnya. Namundalam Islam, perintah untuk menebarkan kasih sayang tersbut ada koridor, batasan, dan aturan-aturabnnya. Ajaran kasihs ayang tidak boleh diimplemetasikan secara bebas dan tanpa batas,karena justru hal itu akan menimbulkan masalah.

Dalam konteks Valentine Day, biasanya pengungkapan rasa kasih sayang yangdilakukan oleh kaum remaja (paling banyak merayakan valentine day) adalah dengan berduaan bersama pasangannya pergi ketempat-tempat wisata dan hiburanm saling tukar kado, dan tidak jarang ada juga yang merayakannya dengan bermesraan, bahkan lebih dari itu (naudzubillah min dzalik yang lebih dari itu). Kalau sekedar tukar kado , jelas tidak ada masalah, karena halitu bisa memberikan kesan yang baik, sebagai bentuk perhatian dan sayang kepada ‘pasangannya’. Tapi apabila ungkapan rasa kasih sayang tersebut dalam bentuk bermesraan atau pergi berduaan ke tempat-tempat wisata atau hiburan yang bisa membawa kepada terjadinya perbuatan yang dilarang oleh Allah, misalnya perzinahan, maka perayaan Valentine Day dengan cara seperti itu, hukumnya haram. Dalam Al Qur’an berfirman :
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalabn yang buruk.” (QS.Al Isra : 32)

Sekian dulu,Insya Allah esok ada lanjutannya..

Penulis

Novy ER

 

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

2 thoughts on “Valentine Day

  1. bagus mas, tulisan2nya semua ini. menyentuh. semoga akan bermanfaat bagi semua orang yang mau singgah kesini. btw, saya ingin belajar wordpress boleh? saya punya tulisan di wordpress http://lauravco.wordpress.com/ belum saya perbaiki untuk isi dan untuk bisa tampil cantik, juga masuk ke google adsense – bagaimana caranya? mohon petunjuknya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s