Nikah Sirri


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Sirri dari kata sirr yang artinya sembunyi. Jadi nikah sirri itu yang tersembunyi. Padahal di dalam agama Islam tidak ada istilah nikah disembunyikan, bukan? Kita harus menginformsikan pernikahan yang telah terjadi walau pernikahan itu sederhana. Kiranya pemberian nama NIKAH SIRRI yang keliru.Seharusnya bukan nikah sirri tapi nikah tanpa bukti tertulis. Sedangkan nikah yang tanpa adanya bukti dari negara atau pemerintah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) sebenarnya sah di mata Allah SWT asal ada pihak calon pengantin, penghulu,saksi dan wali.

Nah bila sekarang nikah yang sering disebut sebagi nikah sirri itu sedang ramai ramai jadi pembicaraan, bagi saya hal yang wajar. Pernikahan sendiri itu juga tidak gampang. Ada prosedur yang berlaku baik menurut agama dan  keyakinan yang kita anut dan menurut negara diimana kita tinggal. Bagus bila pernikahan (dalam hal ini yang dikatakan sebagai nikah sirri) dikupas habis bahkan ada peraturan yang harus ditetapkan. Karena bagi saya nikah yang namanya Nikah Tanpa Bukti Tertulis itu banyak terjadi kesalahpahaman. Yang awalnya dilakukan karena untuk menghindari perzinahan akhirnya disalahartikan dan disalahgunakan. Banyak orang menikah sirri untuk menutup aib diri misalnya terlanjur bagi wanita hamil di luar nikah akhirnya untuk menutupi kebohongan kepada publik bahwa dia sudah nikah secara sirri dan belum nikah secara tertulis dan terdaftar di KUA. Atau bagi pria yang ingin berpoligami dan istri tuanya toidak menyetujui dilakukannya nikah sirri (nikah tanpa bukti tertulis) dari negara. Daripada bermain selingkuh  atau / melakukan perzinahan, nah dilakukan nikah tanpa sepengetahun keluarga istri tuanya dan tercatat di KUA.
Nah kalau nikah tanpa bukti tertulis ini kan sah menurut Allah bila benar rukun dan syarat nikah sudah benar. Tapi kalau untuk menutupi kebohongan seperti untuk menutupi aib karena terlanjur MBA alias Married By Accident atau karena adanya poligami tapi istri tua tidak setuju,lalu bagaimana? Sama saja bohong. Kelihatannya sah tetapi ada pihak tersakiti terutama pihak perempuan seperti istri tua yang dimadu (sakita sekali hatinya). Atau karena terlanjur berzina dan hamil terlebih dahulu pihak permpuan juga yang jadi obyek penderitanya. Anak tidak bisa mendapatkan akta kelahiran (sekarang jadi yang terpenting bila masuk sekolah). dan kalaupun bisa membuat akta nikah itu hanya nama ibu kandungnya yang tertera di dalam akta (so, dianggap terlanjur melakukan hubungan suami istri diluar nikah, bukan?). KAsihan si anak! Bewlum lagi kalao pihak laki-aki dan perempuan bercerai. Hanya secara agama. Lalau bagaimana dengan anak (bila sudah terlanjur punya anak?).

Dalam hal ini jelas yang sangat rugi dan lemah pihak wanita. Di agama Islam saya ketahui seorang wanita yang hamil diluar pernikahan syah itu anak yang dikandungnya dilahirkannya adalah nashab / keturunan dari pihak perempuan. Bila terjadi perceraian anak tetap berada dalam hak pengasuhan dan perwalian keluarga ibunya.
==============================================================

dari hasil temuan browsing di internet, simak opini tentang Nikah sirri/Nikah tanpa Bukti Tertulis :

http://www.pesantrenvirtual.com/index.php?option=com_content&task=view&id=771&Itemid=11

Nikah SIRRI adalah pernikahan yang hanya memenuhi prosedur keagamaan. Nikah sirri artinya nikah secara rahasia, tanpa melaporkannya ke KUA atau ke Kantor Catatan Sipil. Biasanya nikah sirri dilaksanakan karena kedua belah pihak belum siap meresmikannya atau meramaikannya, namun di pihak lain untuk manjaga agar tidak tidak terjadi kecelakaan atau terjerumus kepada hal-hal yang dilarang agama.

Sah tidaknya nikah sirri secara agama, tergantung kepada sejauh mana syarat-syarat nikah terpenuhi, yaitu adanya wali, minimal dua saksi, adanya mahar dan ijab qabul. Secara hukum positif, nikah sirri tidak legal karena tidak tercatat dalam catatan resmi pemerintah. Ini karena siapapun warga negara kita yang menikah harus mendaftarkan pernikahan itu ke KUA atau Kantor Catatan Sipil, untuk mendapatkan Surat/Akta Nikah.

Sekarang ini sering muncul fenomena baru nikah sirri yang dilakukan, dengan alasan tertentu, tanpa wali perempuan, bahkan terkadang juga tanpa saksi dan tanpa sepengetahuan orang tua pihak perempuan. Pernikahan seperti ini tidak sah secara agama dan apalagi secara hukum.

Jika terjadi persoalan-persoalan yang menyangkut hukum sipil, pelaku nikah sirri tidak berhak mendapatkan/menyelesaikan masalahnya melalui lembaga-lembaga hukum yang ada karena pernikahannya tidak terdaftar.
==============================================================

Temuan browsing lainnya :
http://www.perisai.net/agama/nikah_sirri_dan_nikah_kontrak_rugikan_perempuan/kirim#kirim_artikel

Salah satu tantangan bagi Kantor Urusan Agama sebagai pencatat pernikahan di tanah air adalah masih adanya masyarakat yang melakukan nikah kontrak dan pernikahan dibawah tangan alias nikah sirri. Sehingga dengan sendirinya tidak mempunyai buku nikah yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Demikian dikemukakan Drs Zamhari Hasan MM saat menyampaikan orasi ilmiah pada pengukuhan sebagai widyaiswara utama Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan Departemen Agama di Jakarta, Selasa (12/5). Sidang pengukuhan dipimpin Kepala Badan Litbang dan Diklat Depag Prof Dr Atho Mudzhar, dihadiri Deputi Bidang Pembinaan Aparatur Lembaga Administrasi Negara Prof Dr Endang W. Sri Lestari.

Nikah sirri dikenal muncul setelah diundangkannya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 sebagai pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa tiap-tiap perkawinan selain harus dilakukan menurut ketentuan agama juga harus dicatatkan.

Menurut Zamhari, pernikahan sirri biasanya terjadi untuk nikah kedua dan seterusnya, karena untuk mendapatkan izin dari isteri pertama sangat sulit. “Pernikahan seperti ini jelas tidak punya kepastian hukum atau tidak punya kekuatan hukum yang paling dirugikan adalah wanita,” ujarnya.

Adapun nikah kontrak, kata Zamhari, yaitu nikah yang dibatasi oleh waktu. Apabila habis waktunya maka bubarlah perkawinan tersebut. Kejadian ini dilakukan oleh orang asing yang datang ke Indonesia tidak bersama istrinya. Kalau pernikahan terjadi, pernikahan tersebut sudah pasti tidak tercatat, tidak mempunyai kekuatan hukum yang pada akhirnya yang dirugikan adalah pihak perempuan.

“Di daerah Bogor dan sekitarnya biasanya dilakukan oleh etnis Arab,” ungkap widyaiswara yang menyampaikan orasi berjudul “Optimalisasi pelayanan penghulu pada KUA di kecamatan Bogor Selatan, Bogor tahun 2006.”

Ia juga mengungkapkan masalah lain dalam peristiwa pernikahan di tanah air, yaitu calon penganten yang tidak datang sendiri ke KUA untuk pendaftaran nikah, dengan berbagai alasan, mereka menggunakan jasa calo, sehingga informasi yang diberikan oleh calo itu bisa menyesatkan seperti biaya nikah mahal.

Akibat masyarakat yang tidak datang sendiri ke KUA juga berdampak pasangan nikah memperoleh buku nikah palsu. “Biasanya ini terungkap apabila para pihak ada masalah seperti akan terjadi perceraian ke Pengadilan Agama atau ke Kantor Catatan Sipil, ketika mengurus akte kelahiran atau saat konsultasi ke KUA,” ungkapnya.

Guna mengatasi masalah tersebut, menurut Zamhari, perlu dilakukan pembinaan, pengawasan dan penyuluhan terhadap praktek penghulu liar serta nikah dibawah dibawah tangan dan nikah kontrak. Juga diupayakan jalinan kordinasi dengan aparat terkait dan tokoh agama dan msyarakat secara efektif.

Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan SDM para penghulu, karena pendidikan dan pelatihan menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan optimalisasi para penghulu dalam pelayanan masyarakat

Kepala Badan Litbang dan Diklat Atho Mudzhar dalam sambutannya menyebutkan bahwa, berbagai masalah muncul dalam perkawinan tidak lepas dari bagaimana pengamalan agama masing-masing. Selain itu masih rendahnya kualitas SDM para penghulu di tanah air. [NU Online]

Makasih ( Insya Allah berlajut)

Penulis, Novy ER

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

13 thoughts on “Nikah Sirri

  1. Komentar dari teman2 di status :
    1. Satyo Nugroho
    nikah siri gak boleh akhrnya banyak portitusi … (jajan) akhirnya 1 urusan membuka urusan yang lebih besari lainnya …. isnt’it ..??

    2. Pepenk Kriuk Kriuk… See More
    Nikah siri jalan laen mghndari perzinaan tp jg merugikan
    ????

    3. Mahipal Adi Wilaga
    maksudnya nikahnya tetep boleh tapi bukan proses siri, melainkan resmi tercatat di KUA setempat, biar sah menurut hukum dan peraturan perundangan. jadi garis besarnya mengganti nama NIKAH SIRI menjadi NIKAH JILID II, biar nanti klo hamil & punya anak dapat memperoleh akte kelahiran.

    4. Budi Irwanuddin
    kesihan tuh pohon sirih dikambing hitam min, yang salah mah orang nya bukan sirih nya, kite boleh ngak suka tapi jangan dilarang jangan itu mah sudah ada di alQuran
    about an hour ago ·

    5. Novy Er
    sebenarnya yg kasih nma yg keliru. sirri dr kata sirr artinya sembunyi. di Islma gak istilah nikah sembunyi2 walo sederhana. Asal ada pengantin, penghulu, wali, saksi… sahkah itu? karena zaman dah modern nikah tanpa bukti yg kuat (baca: tertulis) disalahartikan/digunakan. Zaman Nabi kan belum ada sistem pendidikan baca tulis so.. nikah tanpa … See Morebukti tertulis apalagi zaman nabi masih byk org jujur. tapi di era modern, di era facebook yang lagi malang juga… banyak disalahgunakan/disalah artikan. so, kl negara melarang keras adanya nikah tanpa bukti bs kita teroima tuh karena Al Qur’an sendiri kan bs mengikuti perkembangan zaman….Allah MAha TAhu…

    Nikah tanpa bukti sangat merugikan terutama kaum perempuan dan keturunannya.

    nikah sirri itu sediri skrg ini utk menutupi aib/kebohonganseperti seorg permpuan yg terlanjur hamildiluar nikah. nah drpd mendapat sorotan negatif dr masyarakat jadilah mereka pelaku nikah sirri/nikah tanpa bukti tertulis melalkukan tindakan pura2 nikah sirri karena menghindari zinah, karena waktunya yg mendesak untuk segera mendapatkan hari terbaik buat pernikahan dlll alasan…
    a few seconds ago ·

    Suka

  2. 8 minutes ago ·
    Novy Er
    Novy Er
    bener, nikah sirri lain dg nikah tanpa bukti yg tertulis. prostitusi seperti di kawasan terkenal yg ada di Sy (lokalisasi Dolly) seharusnya diharamkan dan pekerjanya ditransmigrasikan utk diberi rumah walau kecil dan lapangan pekerjaan entah itu PNS di daerah terpencil atau wirausaha. para transmigran hrs mau drpd pekerja haram.

    utk kasus nkah … See Moretanpa catatan di KUA menurut saya hukum Al Qur’an bisa mngikuti perkembangan zaman. dengan banyaknya kejahatn yg muncul di zaman akhir yang makin edan ini .. nikah wajib dicatat oleh negara sbg bukti sah dan nikah tanpa bukti diharamkan walau benar syarat dan rukunnya.

    Fendixs Hp
    Sblm nya sory…
    mskpun aq pribadi g stuju ma nikah sirri.tp islam aja g nglrang nikah sirri,ngpain jg pemrintah nglrang.

    Novy Er
    islam memang tidak melarang krn di islam kan sudah sah asal ada rukun dan syarat nikah.hanya pelaku2nya itu yg membuatnya jadi haram.

    Mas Arjuna Syalalaa
    emang smuanya pd salah kaprah, jelas nikah siri dilarang agama, tp pemerintah yg pahamnya salah nikah siri diartikan nikah yg bukan dicatatkan, padahal nikah yg tidak dicatatkan bkn berarti nikah siri, dan aku tidak setuju dgn RUU, mending yg zina itu dihukum, bukan malah melegalkan prostitusi yg hampir tiap kota ada komplek penjaja sex, betul ga?

    Suka

  3. Mas Arjuna Syalalaa
    nikah kok dilarang, kawin adalah hak asasi makhluk hidup yg ada dibumi, klo nikah dilarang brarti melanggar HAM donk.

    Lina Lovee
    buat akyu pribadi “nikah sirri” itu kyknya cm biar bs diblng ‘sah’ aja bila melakukan hub sex dan amat sangat merugikan (khususnya) dipihak “perempuan” lho!

    Suka

  4. Al El Kahfi
    intinya sih tergantung niatnya kalo mmg seseorg pria mmg bener2 dgn si wanita,pasti di nikah secara sah,,tp kalo nikah siri mmg ada sesuatu di baliknya yg pd umumnya merugikan pihak wanita.

    Suka

  5. Aceu Gahara Sudrajat
    Sirr .. yg sy tahu artinya diam2,tdk d beritakan,jls dlm islam pernikahan mmng hrs d brtkan agr tak jd fitnah,tp yg d mksd pmrnth adlh prnkhn yg tdk d cttkn d kntr cttn sipl.ini utk admnstrsi sbg wni.pmrnth tdk prlu mengharamkn tp mensosialisasikan fungsi d cttkn d cttn sipil.yg jls hrm sajalah prostitusi!! Urus dl yg bnr!

    Suka

  6. Mas Arjuna Syalalaa
    lagian knp yg dijadikan dasar RUU itu perlindungan perempuan knp gak kaum laki2, padahal hancurnya keluarga kebanyakan dari godaan perempuan, entah PSK, atau yg cwk kesepian, kerajaan bisa hancur krn wanita kok.

    Suka

  7. Anas Ayahara

    TFS, jd perlu klarifikasi istilah, krn masyarakat suka menyamaratakan.:

    Nikah Sirri = halal bila syarat/rukun2nya terpenuhi tapi nikahnya sembunyi2 tanpa KUA (bisa jadi bebohong sama tetangga)

    Nikah bawah tangan = halal bila syarat2/rukun2nya terpenuhi, nikah tanpa KUA tapi tidak sembunyi2 (tetap bikin walimahan kecil2an yg harusnya dibayarkan ke oknum KUA)… See More

    biasanya nikah bawah tangan tsb akibat gak mampu/gak ridho bayar oknum KUA yg me-mark up biaya nikah dari 30rb jadi 600.000 lebih (sumber: tadi pagi ditayangin di brita RCTI)
    ***so:
    yg pnting pilihlah suami shalih , percuma nikah resmi bila salah pilih suami, krn salah pilih suami wlpun nikah resmi tetep aja banyak yg mukulin bini aw kabur. sbaliknya yg gak resmi, bynyk yg sayang bini. irosnis dunia kebalik2
    /
    drpd ributin nikah tanpa KUA, sharusnya yg diprmasalahkan itu perzinahan, pelacur/psk/lonte/wts yg kata berita mau dipajakin dan iklan2 TV yg stengah tlanjang (iklan sabun) yg bikin lelaki2 krg iman jd nafsu bermaksiat

    Suka

  8. Satyo Nugroho
    kayaknya semua bermuara di niat, jadi kalo pemerintah bikin aturan juga yang ‘niat’ beneran, ‘tau’ beneran, dan dijalankan dengan ‘beneran’. hidup indonesia

    Mas Pri Supriyatno
    Aku sih mau ngutip salah satu usul fiqh yang mengatakan ” kebaikan yang tidak teratur akan dikalahkan oleh kemungkaran yang teratur ” jadi demi kebaikan nikah siri emang harus diatur……dan Faktanya setelah jaman Rasululloh gak ada orang nikah siri yang tidak bermasalah….Wallahu alam bissawab…….

    Suka

  9. Aceu Gahara Sudrajat

    sosialisasikan kepada masyarakat luas pentingnya pernikahan tercatat dicatatan sipil (tentu saja jangan pakai biaya)adalah untuk melindungi hak dan kewajiban kita di dalam status hukum yang jelas .. tentu saja perlindungan untuk seluruh anggota masyarakat laki” sebagai kepala keluarga,wanita sebagai ibu rumah tangga, terutama anak … tdk ada akta nikah tidak ada akta kelahiran,tdk ada akta kelahiran status anak bgimana? sekolah TK aja hrs ada akta kelahiran bukan?!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s