Jembatan Suramadu


Untuk kategori Travelling ini sebenarnya sudah diawali di edisi awal-awal kemunculan weblog https://wacanarivita.wordpress.com/ ini yaitu dengan mmengenalkan Desa Sulang yang berada di Rembang Jawa Tengah yang penulis ambil dari http://sulang.wordpress.com/ . Dan Insya Allah akan saya sajikan khusus tentang dari Sulang Rembang dengan perjalanan saya sendiri admin blog ini.

Jembatan Suramadu jalan pintas Surabaya - Madura  (photo by @NovyWriter)
Jembatan Suramadu jalan pintas Surabaya – Madura (photo by @NovyWriter)

Kini, saya sajikan kategori Travelling ini dari ujung propinsi Jawa Timur yakni Pulau Madura,  “Kawasan Plat M”….  kata orang-orang bilang.

Surabaya adalah ibukota propinsi Jawa Timur. Kota terbesar kedua setelah DKI Jakarta. Propinsi Jawa Timur ini bisa dikatakan sebuah propinsi di Indonesia yang luas dan kaya. Ada banyak kawasan wisata dari berbagai segi wisata dari yang religi, budaya, pariwisata dan lain-lain. Bahkan dari sekian propinsi, Jawa Timur yang memiliki sebuah pulau yang juga cukup besar kepulauannya. Pulau Madura, namanya. Pulau yang tekenal dengan senjata celuritnya adalah penghasil garam terbesar di Indonesia.

Bila sebelum dibangun dan diresmikannya sebuah jembatan yang mengbungkan Surabaya dengan Madura yang akhirnya terkenal dengan sebutan nama Jembatan Suramadu yang berarti jembatan SURAbaya-MADUra, satu-satunya kendaraan untuk menuju arah Surabaya-Madura PP dengan menggunakan kapal laut Ferry, kini bisa ditempuh mellaui jalan darat.

Dengan kapal laut sebenarnya ada keasyikan tersendiri karena kita bisa benar-benar bersyukur akan karunia Tuhan yang Maha Luas dan kaya pemberiannya. Laut yang luas, yang bisa menghubungkan antara surabaya –Madura, Banyuwangi – Bali, dan entah mana lagi yang bisa ditempuh dengan kapal laut. Hanya mungkin waktu yang terlalu laam di tenagh perjalanan membuat banyak orang terkadang harus berpikir untuk menikmati perjalanan Surabaya-Madura. Belum harga harga karcis yang cukup tinggi bagi kalangan menngah ke bawah.

Dengan adanya Jembatan Suramadu seakan tidak ada kendala soal waktu lagi bila ingin menikmati perjalanan ke pulau Seribu Garam alias Pulau Madura. Hanya sekian menit kita sudah sampai di tanah Pulau Maudua lebih tepatnya di ujung barat Pulau Madura, yaitu Bangkalan. Dari Bankalan, di pertengahan Pulau Madura ada Sampng yang terkenal dengan Pantai Camplong yang indah. Pamekasan yang banyak mengorbitkan orang-orang berpendidikan cukup tinggi dibanding wilayah Madura lainnya. paling ujung tmur, Sumenep, kotanya kerajaan para putra Madura. Dari Sumenep kita bisa naik perahu kecil menuju Pulau Sapudi.

Pulau Madura tiak hanya terkenal dengan penghasil garam, akan tetapi sama dengan Yogya dan Solo yakni penghasil batik asli Madura. Ok banget lho kannya. tidak terlampau mahal kok. Oya… jangan lupa pula untuk membeli jamu tradisional buatan asli masyarakat Madura.

Madura yang terkenal berhawa sangat panas tentu saja menjadikan kita gerah dan haus. Saya saja juga tidak tahan bila menikmati jalanan Madura. Jangan kuatir, sediakan minuman selalu dalam tas piknin Anda untuk mengusr rasa haus. Atau bila kahbisan di tengah jalan, ada banyak minuman SARI APEL JAWARA ang sudah menyebar ke seantero Madura. Hmm… segarnya…!!!!

Untuk kawasan religi tentu saja Madura terkenal dengan sifat keagamaannya itu. basis agama yang kental sudah mendarah daging bagi masyarakat Madura. So, Madura juga bisa jadi salah satu tujuan untuk berwisata religi lho….

Di Bangkalan sendiri, ada kawasan religi yang layak untuk diziarahi. Banyak rombongan wisata wali yang juga mampir ke tempat ini apalagi sekarang kan ada Jembatan Suramadu hingga tidka memakan waktu lama bila harus ke tempat tersebut. tempat wisata apakah itu? Siapa yang tak kenal dengan almarhum Kyai Cholil yang terkenal sakti di zamannya. Kyai Cholil yang juga ikut membesarkan nama Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang yang modern itu. Bai yang ingin mengethahui sejarahnya untuk dipersilahkan berziarah ke Pesantren Kyai Cholil dan juga makam Kyai Cholil. Ada Makam Aer Mata Ibu yang tak jauh dari Makam Kyai Cholil yang konon menurut cerita bila menziarahi Makam Aer Mata Ibu dan membasuh muka yang ada di areal tersebut akan terkabul doanya. Mata dan wajah jadi berseri. Ah.. mitos!!! yang terpenting kita berziarah karena ingin mengetahui sejarahnya dan mendoakannya para alim ulama itu.

Terus melaju dan melewati Sampang yang panas…. Kita ketemu dengan Pantai Camplong ang indah. Ada banyak nelayan di situ.

Pamekasan, juga terkenal dengan Api Tak Kunjung Padam 9bila gitu … aws, kebakaran…!!! hehehe… nggak berbahaya lho…!!!). Api Tak Kunjung Padam asyik dinikmati di malam hari. Ada juga tempat bermain anak-anak untuk berenang dan daerah batik khas Madura.

Bila ingin berkunjung ke makam para raja silahkan ke uung Timur Madura, Sumenep. Ada Istana Giri Bangun dan ada Pesantren Al Amin Sumenep.

Nggak rugi kan jalan-jalan ke Pulau Madura? Masyrakat ramah juga lho.. tidak angker seperti kebanyakan cerita dari orang-orang.

Salam,

Novy ER

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s