Kerukunan Beragama Ada Dalam Acara Majlis Dzikir Al Khidmah


photo by Novy E.R. (NovyWriter)
photo by Novy E.R. (NovyWriter)

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Kota Wisata Batu diakhir dengan doa bersama dengan menggelar dzikir akbar dari jama’ah Al Khidmah yang telah berlangsung pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2010 di depan halaman Balaikota Batu. Awalnya akan diadakan di halaman depan Masjid  Jami An Nuur seperti pada tahun sebelumnya, namun dikarenakan adanya renovasi alun-alun kota yang lokasinya berdada tepat di depan Masjid An Nuur, berpindahlah ke Jl. Panglima Sudirman, sebuah jaan utama yang selain berdiri bangunan Balai Kota juga banyak hotel-hotel di sepanjang jalan. Dan tentu Jl. Panglima Sudirman juga merupakan jalan utama menuju kawasan wisata Malang Barat seperti Kasembon (Rafting), Ngantang (Bendungan Selorejo) dan Pujon (Coban Rondo) serta kawasan wisata kuliner Puncak Payung dan Paralayang. Termasuk jalan utama menuju kawasan wisata Songgoriti dan penginapan sederhana yang Insya Allah barokah, Villa Nova Songgoriti. Semoga akan semakin berkah para wisatawan yang menuju ke penginapan Villa Nova dan wisata Songgoriti karena sepanjang jalan banyakm orang berdzikir, memanjatkan doa pada Sang Penguasa Alam. Amin.

Pada acara majlis dzikir Al Khidmah kali ini, dihadiri oleh para kyai, ulama, habaib, dan para pejabat di lingkungan Kota dan Kabupaten Malang serta Kota Batu sendiri. Hari ini, juga kedatangan pejabat yang baru dilantik dari Kabupaten Malang, yakni Wakil Bupati Kabupaten Malang Bapak Achmad Subhan. Di dalam rangka HUT Kota Wisata Batu yang ke-9 ini semoga akan tercipta kedamaian, ketentraman dan kemuliaan serta persatuan dan kesatuan bagi para jama’ah dzikir Al Khidmah dan masyarakat Malang Raya dan Kota Batu sendiri.

Selain jalan yang telah dipergunakan  untuk acara dzikir akbar, di sepanjang jalan itu juga banyak tempat ibadah agama lain dan sekolah yang berbasis agama lain. Namun kedamaian terasa bagi masyarakat Kota Batu yang menjaga selalu persatuan dan kesatuan antar umat beragama. Semua menerima acara tersebut berlangusung denga penuh khusyuk dan khidmah.

Kerukunan beragama memang pantas ditegakkan. Seperti majelis dzikir Al Khidmah di Pulau Bali beberapa waktu yang lalu, tepatnya di depan masjid di daerah Sanur. Bukan hanya warga Bali yang beragama Islam yang hadir, namun ada juga Ketua Umat Hindu Bali hadir dalam acara dzikir Al Khidmah.

Dengan adanya majlis dzikir ini tidak ada lagi golongan tertentu, tidak ada lagi pertengkaran antar agama. Yang ada hanyalah persatuann dan kesatuan saling bantu membantu, mendoakan, menciptakan kerukuan antar umat beragama. Biarkanlah majlis ini tempat berteduh bagi siapapun. Di manapun dzikir ini dilangsungkan. Siapun orang yang mengikuti dzikir ini.

Belum lagi di negeri kita Indonesia sudah banyak musibah yang terjadi. Seperti yang baru-baru ini, bencana alam datang melanda negeri kita. eperti bencana tsunami di Mentawai Padang Sumatera Barat, meletusnya Gunung Merapi di daerah Jawa Tengah, benacana alam di Wasior Papua. Dan belum tuntasnya para korban Lapindo di Sidoarjo Jawa Timur.

Dengan adanya musibah ayo tidak usah menyalah siapa-siapa, karena musibah datangnya hanay Allah yang tahu mengapa menurunkan musibah kepada negeri kita secara terus menerus. Kita hanya bisa berdoa, memohon ampunanNYA. Tuhan mungkin marah pada kjita karena kita bisa menjaga dan merawat kelestarian alam yang telah dianugerahkan kepada kita semua.

Mari kitarenungkan sejenak lagu bung Ebiet G Ade ini :

Perjalanan ini Trasa sangat menyedihkan Sayang engkau tak duduk Disampingku kawan

Banyak cerita Yang mestinya kau saksikan Di tanah kering bebatuan

Tubuhku terguncang Dihempas batu jalanan Hati tergetar menatap kering rerumputan

Perjalanan ini pun Seperti jadi saksi Gembala kecil Menangis sedih …

Kawan coba dengar apa jawabnya Ketika di kutanya mengapa Bapak ibunya tlah lama mati Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut Kukabarkan semuanya Kepada karang kepada ombak Kepada matahari

Tetapi semua diam Tetapi semua bisu Tinggal aku sendiri Terpaku menatap langit

Barangkali di sana ada jawabnya Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan Melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa Atau alam mulai enggan Bersahabat dengan kita Coba kita bertanya pada Rumput yang bergoyang

Lagu tersebut benar-benar yang sekarang dialami bangsa Indonesia ini. Marilah kita sama-sama merenungkan syair indah tersebut.

Salam Ukhuwah,

Novy ER

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s