BATU FLOWERS FESTIVAL & KAWANUA BAKUDAPA SEDUNIA


Selamat Datang BFF & Kawanua Bakudapa Di kota Wisata Bat
Selamat Datang BFF & Kawanua Bakudapa Di kota Wisata Batu (Photo by @NovyWriter)

Sudah menjadi agenda dalam event tahunan Kota Wisata Batu, Jawa Timur dalam memperingati hari jadinya tiap tanggal 17 Oktober.  Dan di tahun ini menjadi special karena selain ada event tahunan BATU FLOWERS FESTIVAL ( BFF )  juga ada acara KAWANUA BAKUDAPA. Nama ini mungkin terasa asing buat kita yang tidak mengenalnya. Kawanua Bakudapa, itu adalah sebuah bahasa dari Mihanasa Sulawesi Utara (orang sana bilang itu diambil dari bahasa dialek, bukan bahasa daerah Minahasa) yang memiliki arti perkumpulan orang-orang Minahasa yang telah berada di luar kotanya sendiri. Baik itu masih di lingkungan Indonesia maupun luar negeri. Mungkin karena begitu kuatnya ikatan  persaudaraan antar warga Minahasa, mereka mengadakan ajang temu kangen (reuni) yang kebetulan ditempatkan di Kota Wisata Batu, Jawa Timur.  Bertepatan pula kota kecil yang banyak mendapat julukan sebagai Paris van Java, Kota Apel (karena apel di sini tumbuh subur dan lezat), Kota Dingin (karena dikelilingi banyak gunung dan bukit) sedang merayakan hai jadinya pada tanggal 17 Oktober 2011. Dalam rangka  memperingati HUT Kota Wisata Batu (setelah lepas pemerintahan dengan Pemeritah Kabupaten Malang) banyak  acara digelar. Selain BFF ada juga Hash Viesta (jalan kali melalui pegunungan), musik dan lain-lain hingga sudah beberapa kali ini  peringatan ulang tahun Kota Wisata Batu ditutup dengan dzikir berjamaah dari Jama’ah Al Khidmah sebuah Majelis Dzikir terbesar di Indonesia yang jama’ahnya sudah sampai di luar negeri seperti Singapura.

Tarian Sanduk Khas Kota Batu
Tarian Sanduk Khas Kota Batu (Photo by @NovyWriter)

Sabtu tanggal 8 Oktober 2011 Batu Flowers Festival  & Kawanua Bakudapa telah usai digelar dengan cukup meriah. Walau harus mundur sekian jam dari jadwal yang telah ditentukan. Acara yang seharusnya dimulai pada pukul 10.00 WIB itu harus molor hingga pukul 15.00 WIB hanya karena menunggu kedatangan rombongan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara tiba di tempat lokasi untuk membuka dua acara tersebut. Padahal dari 54 peserta karnaval BFF dan 5000 peserta Kawanua Bakudapa sudah dari pagi-pagi telah siap di stadion untuk menunjukkan atraksinya.

Dimulainya acara yang sempat molor itu, diawali dengan  Bapak E.E. Mangidaan selaku Menteri PAN  didampingi  ibu  naik transportasi  tradisional Kota  Wisata Batu yang biasa disebut dokar  (delman) mengelilingi stadion Gelora Brantas. Di belakangnya ada  Bapak Eddy Rumpoko selaku Walikota Batu  juga didampingi ibu dan ada pula para sesepuh Kawanua Bakudapa. Wakil Walikota Batu beserta istri juga serta keliling stadion dengan dokar.

Sambutan dari Menteri PAN  menyatakan senang dan bangga terhadap panorama alam Kota Batu yang memang cocok menjadi sebuah kota pariwisata dan pusat kepariwisataan di Jawa Timur. Bapak E.E. Mangidaan tdak hanya memberi kata sambutan, namun juga membuka acara tahunan Batu Flowers Festival (BFF) dan opening Kawanua Bakudapa yang baru ini digelar dan Kota Wisata Batu menjadi tempat pertama acara warga Minahasa.

Acara ini tidak hanya warga Batu dan Malang Raya saja, namun banyak juga yang datang dari luar negeri seperti Singapura, Australia dan Hongkong.

Dalam dua acara  tersebut, atraksi seperti tari-tarian  tradisional dari Minahasa digelar. Sebagai tuan rumah  juga tak mau kalah. Ada pertunjukan jaran kepang dan reog Ponorogo. Sungguh meriah. Bahkan istri dari Walikota Batu ikut tampil sebentar dalam ajang tarian Sanduk Khas Kota Wisata Batu itu. Gerakannya juga lemah gemulai. Salut terhadap ibu Dewanti yang ramah dan turut serta membaur dengan para peserta walau sesaat.  Tidak mengurangi antusias peserta yang telah lama menunggu dimulainya acara yang sempat molor berjam-jam dan warga kota Batu yang ingin menyaksikan atraksi di stadion maupun yang menunggu karnaval BFF di sepanjang Jalan Agus Salim, Jl. Gajah Mada  dan berakhir di sekitar alun-alun kota.

Kreasi baju yang dipakai oleh peserta warga Minahasa terlihat kreatif dan menarik. So, bukan hanya tari-tariannya yang membuat penonton senang, tapi mereka juga diajak foto-foto bareng. Begitu pula desain bunga-bunga yang ikut pawai mobil hias dan manusia bunga menarik.  Bahkan tidak jarang dari para peserta tidak hanya sekedar tampil, juga ingin mengajak kita semua untuk menumbuhkembangkan potensi alam Kota Wisata Batu dengan alam yang hijau dan lestari (akan ditulis sendiri tiap daerah di Kota Batu dengan nilai-nilai positif yang bisa dijual untuk tujuan wisata di http://novavilla.wordpress.com/  dan  dalam Bahasa Inggrisnya di http://villanova32.blogspot.com/ ).

Semoga acara ini tahun depan masih bisa  nikmati bersama dengan waktu yang tepat dan tidak molor  dengan lebih meriah. Baik itu BFF maupun hajatan dari warga kota lain yang ingn dirayakan bersama dengan HUT Kota Batu  seperti Kawanua Bakudapa ini.

Selamat Ulang Tahun Kota Apel, Kota Dingin, koa yang memiliki keindahan panorama alam nan indah,. Ayo kita galangkan penghijauan. Wujudkan kota ini tetap adem ayem, gema rpah loh jinawi. Selamat dan sukses pula untuk warg Minahasa. Kerukunan kalian dalam mengeglar acara patut dicontoh oleh warga lain yang ingin mengeglar acara serupa mengadakan temu kangen untuk memupuk rasa persaudaraan sesama suku yang sudah berpisah tempat.

Untuk warga seluruh  Minahasa di manapun berada… TABEA…KAWANUA…..!!!

Salam,

Penulis

@NovyWriter

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

 

One thought on “BATU FLOWERS FESTIVAL & KAWANUA BAKUDAPA SEDUNIA

  1. Setelah saya menyaksikan video rekaman lomba tarian maengket yg di selenggarakan oleh panitia Kawanua Bakudapa Seduia 8-12 Oktober 2011 yg lalu, terselip kekecewaan mendalam dari saya pribadi,sebagian besar peserta lombaa tarian maengket,dan rakyat Minahasa pecinta tarian Maengket. Dibalik kesuksesan acara tersebut, ternyata masih ada praktek KKN yg terjadi pada saat penjurian. Mungkin sebagian orang tidak sadar atau pura2 tidak tahu kalau sudah terjadi kecurangan dalam lomba tersebut. Menurut informasi yg saya terima dari sebuah sumber, salah satu juri dari lomba tersebut ternyata adalah pelatih dari peserta yang mendapat juara pertama yaitu Waranei Wulan. Didukung dengan pendapat dari banyak orang yang membenarkan bahwa tedapat beberapa keganjilan dalam proses penjurian lomba tersebut.
    Melalui surat ini saya hanya mau menyapaikan kekecewaan dari kami semua pecinta tarian maengket. Mohon panitia pelaksananya mengadakan evaluasi terhadap proses penjurian dalam lomba tersebut, supaya tidak ada pihak2 yang dirugikan dengan acara ini.
    Dan untuk panitia pelaksana Kawanua Bakudapa Sedunia selanjutnya kami mohon dengan sangat agar hal2 keji seperti ini tidak terulang lg. Jangan anda2 semua menodai seni budaya dari nenek moyang kita, dengan sikap yang tidak terpuji seperti yang dilakukan oleh panitia dan juri lomba tarian maengket di Kota Batu yg lalu. Tolong hargai usaha dan kerja keras para peserta yang ikut lomba tersbut…
    Terima kasih atas perhatiannya…
    Maju terus budaya dan pariwisata Minahasa, Sulut…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s