Tafakur Ujung Ramadhan


Hari Raya Kemenangan itu apa benar hanya milik umat Muslim yang melakukan puasa, terawih, ngaji baik dengar membaca Al Qur’an maupun mengikuti majlis-majlis taklim, shodaqoh, sholat ditingkatkan di bulan suci yang mulia ini?

So, yang tidak menjalankan puasa Ramadhan seharusnya tahu dirilah untuk tidak menuruti hawa nafsu dengan ramai-ramai belanja untuk hari raya, makan ketupat, apalagi sholat Ied karena mereka tidak merasakan kemenangan lahir batin setelah menahan puasa sebulan penuh (kecuali yang berhalangan karena faktor tertentu).

Mudik lebaran pun hanya milik kebahagiaan orang-orang yang berpuasa ditambah amalan di bulan suci ini? Teringat teman-teman saat masa nyantri yang mencari ilmu di kampung pesantren.

Para santri berjuang tidak hanya menahan lapar apalagi haus (apalagi bila nyantri di wilayah yang panas), tidak lagi menunggu kiriman uang datang (terlebih dari rantau yang jauh di sana), tapi merasakan nikmatnya puasa dan terawih di kampung Islami yang menyejukkan, ngaji kitab kuning semakin meningkat, tadarusan lebih optimal, sahur dan buka bareng dengan menu sederhana apa adanya. Suatu nilai plus yang tiada duanya.

Buat semua saudara-saudaraku alumni Darul Ulum yang kusayangi dan juga saudara-saudaraku seiman seakidah yang ikhlas menjalankan puasa Ramadhan Mulia, Selamat Menangis karena Ramadhan akan meninggalkan kita semua.

Semoga tahun depan kita masih bisa berjumpa dalam kondisi dan situasi yang lebih baik dari hari ini. Semoga kita bisa merasakan indahnya Ramadhan lebih baik dari hari kemarin. Bersama orang-orang yang menemani kita berpuasa. Doa kita semua diijabah. Ada yang lulus sekolah dengan nilai memuaskan, ada yangmendapatkan pekerjaan dan memperoleh pekerjaan dan hasil yang lebih baik lagi, ada yang menikmati puasa bersama pasangan yang baru menikah atau mendapat pasangan hidup lagi bagi yang bepisah / ditinggal mati pasangannya.Semoga kita akan dapati di Ramadhan tahun depan.

Terlepas dari diterima atau tidaknya amalan puasa dan lainnya dibulan yang penuh hikmah ini, kita hanya bisa berharap Tuhan mengampuni segala salah kita. Menerima amal ibadah kita. Kita masih bisa berbangga karena bisa merasakan betapa nikmatnya berpuasa.

Betapa susahnya menahan lapar dan haus seperti oang-orang yang tidak mampu yang hanya makan Senin Kamis dengan menu ala kadarnya. Dalam keadaan puasa kita tentu akan merasakan wanginya diri ini di hadapan Allah kelak kita telah dipanggil olehNYA.

Selamat berkumandang ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… sambutlah kemenangan ini setelah sebulan berpuasa.

13 Agustus 2012 / 24 Ramadhan 1433 H

Salam Ramadhan,

Novy E.R. Twitter @NovyWriter

 

 

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s