Perlukah Nama Pena Samaran ?


PERLUKAH NAMA PENA SAMARAN UNTUK KARYA KITA ?
Written by : Novy E.R.

Senangnya nama Novy E.R. ada di majalah nasional
Senangnya nama Novy E.R. ada di majalah nasional

To the point saja, bagi saya tidak perlu nama pena samaran. Lebih baik nama kita sendiri entah itu nama lengkap atau hanya nama panggilan saja. Mengapa ?

1. Karena dengan memakai nama pena yang bukan nama sebenarnya tidak banyak orang tahu terutama orang-orang terdekat kita baik itu saudara / keluarga, teman lama maupun baru bila kita memiliki sebuah potensi besar. Bukan untuk sombong, tapi bila ada karya kita dibaca orang lain bahkan menjadi karya favorit pembaca , tentu banyak orang yang menyukai dan akan disebarkan bila memiliki kawan atau saudara yang cakap menulis. “Karya ini bagus, nih lho saudaraku, kawanku yang ternyata diam-diam memiliki bakat terpendam positif dan bergengsi.” Menulis itu kan nilai plus yang keren punya lho… Bersyukurlah bagi kiat yang dianugerahi potensi luar biasa dasyatnya ini.

2. Memang kita menulis bukan untuk mencari popularitas, akan tetapi lebih dari itu. Ingin karya kita bermanfaat dan dihargai. Begitu senangnya bila ada pembaca yang menyukai ternyata kawan kita yang sudah lama tidak ketemu, misalnya.

3. Kebanggaan bagi orang tua yang ternyata nama pemberiannya menjadikan anaknya menjadi orang yang memiliki prestasi luar biasa dengan menulis. Dikenal banyak orang karena karya-karya terbaiknya. Banggalah kalian dengan nama asli sejak lahir maupuan nama memakai nama panggilan saja untuk tulisan kita. Ungkapan terima kasih kepada orang tua kita dengan memberikan hasil karya terbaik. Banggalah pula para orang tua yang memiliki anak suka menulis dan tulisannya tersebar di banyak media (termasuk media internet / blog) apalagi itu tulisan yang bermanfaat bagi banyak orang.

Apakah nama pena di setiap karya kita mesti nama lengkap atau singkat saja ?

1. Boleh nama panjang tapi bila dirasa kepanjangan pilihlah nama pendek. Seperti penulis blog unggulan wisata Malang Raya ( Novy E.R.) yang hanya memakai nama panggilan (kesayangan) saja.

2. Atau seperti seorang dokter yang juga penulis.Nova Riyanti Yusuf yang menyingkat namanya menjadi “Noriyu”. Keren juga ya ?

3. Bagi perempuan yang sudah menikah boleh nama panggilan (kesayangan) ditambah nama suami agar karya-karya seabadi cintanya bersama pasangan hidupnya di dunia dan akhirat. Boleh juga nama panggilan digabung dengan kegemaran kita , misal nama panggilan Sarah yang menyukai masakan rawon, jadikan saja nama Sarah Rawon. Atau memakai julukan seperti contoh nama Budi yang gendut dan di dalam karya menggunakan Budi Ndut.

Sekarang, masihkah kalian menulis dengan menyembunyikan nama sebenarnya (penulis seorang perempuan tulen, tapi naskah-naskahnya kok nama lelaki tulen , eg. : Siti Annisa menjadikan pena dengan Mochammad Agung).

Yuk berkarya dan menunjukkan karya terbaik kita yng membuat nama kita dikenang sepanjang masa dan menjadi kebanggaan orang tua kita.(NV29)
Salam Menulis,

@29032014

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s