#KampusFiksi Malang : Menulis Itu Keren


#KampusFiksi RoadShow Malang : MENULIS ITU KEREN

Written by : Novy E.R.

 Event Menulis Selalu Keren Event Menulis Selalu Keren

Mungkin inilah yang dinamakan panggilan jiwa atau apa namanya, yang pasti bila ada event kepenulisan saya berusaha untuk datang (lihat waktu & kondisi). Dan ada saja yang membuat hati ini merasa tenang, menambah ilmu dan teman

 Akhirnya event kepenulisan yang diadakan oleh penerbit besar DIVAPress dari Yogyakarta mampir juga ke Kota “AREMA” Malang. Minggu tanggal 20 April 2014 tepatnya di Kantor Perpustakaan Kota Malang Jl. Ijen lantai tiga, acara yang santai dengan lesehan dan penuh semangat baik dari para kru diva maupun peserta acara bertajuk #KampusFiksi RoadShow Malang, “Membimbingmu Menjadi Novelis”. Peserta yang terdaftar hanya dibatasi 150 orang ternyata dan yang hadir melebihi dari jumlah peserta. Para peserta mendapatkan Silabus Menulis Fiksi, Makan Siang dan Doorprise. Acara ini 100% GRATIS!!!

Sesi Awal : by @rinalubis_stone

See You Again
See You Again, My Friend 🙂

Sesi pertama dibuka oleh pemateri yang ternyata salah satu oleh kru DivaPress ini, Mbak Rina sebagai Editor Pelaksana itu juga adalah editor buku perdana saya bersama penulis lainnya, Merah Putihnya Cinta. Kirain hanya bos Diva aja yang menghadiri, eeh nggak tahunya Mbak Rina juga ikutan dan berbagi tips menarik pula.

Di dalam presentasinya yang dihadiri dari anak-anak remaja hingga ada pula orang tua yang ikutan (tapi lebih banyak dari kalangan muda berstatus mahasiswa) berbagi ilmu Seputar Redaksi Fiksi. Dijelaskan mengenai naskah sebelum dikirim hingga bagaimana naskah yang baik dan tidak ditolak oleh penerbit. Cobalah kita kenali karakteristik untuk masing-masing penerbit (bisa googling penerbit-penerbit di media internet yang biasanya memiliki blog atau website).

Apa itu saja saja sudah cukup ? Tentu saja tidak hanya itu.Masih banyak lainnya. Perhatikan pula ketebalan naskah,biasanya untuk kategori remaja berkisar 180-220 halaman, kategori dewasa berkisar 250-400 halaman dengan batas margin spasi (2), kanan (4), kiri (3), bawah (4), atas (3) dalam satuan sentimeter.

Setelah dikirim ke penerbit, akan dilakukan evaluasi naskah seperti seorang pasien yang datang berobat ke dokter, keadaan pasien diperiksa seluruhnya. Begitu pula dengan naskah penulis yang dikirim ke media melalui evaluasi (pemeriksaan) naskah secara keseluruhan. Dengan sistem yang dilakukan adalah membaca sinopsis dan beberapa bab pada isi naskah. Biasanya dari tahapan ini, tim evaluasi naskah sudah punya trik-trik untuk mengetahui sebuah naskah layak terbit atau tidak.

Perhatikan untuk sebuah naskah yang memiliki kelebihan agar tidak sampai ditolak. Contoh pada tema, “Cerita Cinta Yang Tidak Direstui” atau lain-lain yang menurut kita atau penerbit unik dan belum ada di pasaran.

Dari hasil evaluasi naskah setelah dikoreksi oleh tim yang akan memutuskan apakah naskah ditolak atau diterima, selanjutnya diserahkan kepada pihak sekretaris redaksi untuk pemberitahuan kepada penulis melalui telpon atau e-mail. Untuk naskah diterima, akan disertakan draft surat kontrak penerbitan yang biasa dikenal dengan MoU (Memo of Understanding).

Sobatku Menulis, kita mau jadi penulis yang produktif, besar karena menulis, tentu saja ada perjuangannya. Hampir semua penulis pernah mengalami batu loncatan sebelum disiapkan jadi penulis berbakat dan hebat. Apa itu? Yakni, naskah kita ditolak oleh penerbit (media cetak). Jangan malu, inilah wujud suka duka penulis untuk berkarya lebih baik lagi. Tentu, dari kalian bertanya, mengapa sih naskah saya ditolak? Padahal karya saya tidak jauh lebih bagus dari penulis lain yang karya-karyanya diterbitkan. Itu mungkin karena ada persyaratan yang kurang cocok oleh penerbit seperti :

  • Tidak memenuhi syarat seperti terlalu tipis atau tebal.
  • Tema dan konfliknya terlalu flat maupun kontroversial.
  • Logika cerita bermasalah.
  • Teknik penulisan bermasalah (editing).
  • Kamunya yang nggak sabaran.

Ah, bagaimana pula bila naskah yang diterima namun masih perlu direvisi? Ya nggak apa-apalah. Masih bagus daripada ditolak. Iya kan Mbak Rina… Hehe..:)

Revisi perlu dilakukan karena merupakan pilihan yang diambil oleh redaksi editing. Dan masa evaluasi berlangsung, naskah yang kita kirimkan dinilai layak terbit tapi ada sedikit kekurangan. Biasanya penerbit akan menghubungi kalian bila naskah diterima tapi perlu ada perubahan tanpa menggubah isi cerita. So, kalau misalnya kalian susah dihubungi seperti e-mail yang sudah non aktif ataupula no handphone yang suka gonta ganti sehingga penerbit kehilangan kontak, jangan salahkah penerbit kalau mengubah sedikit cerita menurut pihak penerbit. Untuk itulah, bagi yang naskah diterima mohon untuk sering aja berhubungan dengan pihak redaksional.

Bila naskah kita sudah jadi sebuah buku dan terbit, apa sih yang seharusnya kita lakukan ?

  1. Promo dan Publikasi. Itu sudah pasti, Mbak. Promo & publikasi juga jadi andalan dan kegemaran seorang Novy E.R. Hehe … 🙂
  2. Ibarat seorang penjual, kita harus memastikan apakah karya kita dikenal orang atau tidak. Jangan malu untuk mempromosikan buku kita mulai dari lingkungan teman-teman, lalu ke jejaring sosial seperti facebook, twitter, blog (web), goodreads, BBM et cetera. So pasti, , Promo & Publish is must go on… 🙂
  3. Ini yang mungkin belum pernah dilakukan oleh saya. Ada baiknya punya kenalan di radio. Bisa jadi promo melalui radio-radio.

Apakah buku saya jadi best seller ?

Untuk buku kita apakah laris manis di pasaran atau nggak, penjualan tertinggi secara signitifikan dalam jangka waktu tertentu. Pergi ke toko buku seperti Gramedia atau Toga Mas, lihat 10 judul buku seller, lihat judul, penulisnya, isi buku dan lain-lain. Ya, sebagai bahan perbandingan saja sih. Atau bisa langsung ke informasi penjualan buka ke pihak marketing penerbit.

Sesi Tengah : by Qurrotun Ayun

Sesi kedua : SELF EDIT
Sesi kedua : SELF EDIT

Yang ini juga sudah menulis buku, berbagi ilmu tentang APA ITU SELF EDIT?

SelfEdit adalah proses membaca ulang karya kita, memperhatikan keutuhan cerita dari penulisnya sendiri.

Mengapa mesti dilakukan ?

  • Memperbesar naskah diterima.
  • Memperkecil kemungkinan kesalahan dalam naskah, terutama dari segi keutuhan dan kelogisan editor.
  • Berlaku sebaliknya. Jika sudah bagus, proses editing lebih teliti hingga ke rasa dan suasana sebuah karya.

Apa saja yang perlu diedit ?

  • Keutuhan cerita
  • Logika cerita (setting waktu, tempat, tokoh)
  • Kalimat
  • Tanda baca dan kosakata (posisi dan typo)

Di sini satu tanda baca saja bisa jadi lho menyelamatkan nyawa satu orang. Lho kok bisa? Bisa jadi itu, misalnya dengan memperhatikan yang ini :

“Áyo makan Sururi.”

Bandingkan dengan yang ini,

“Ayo makan, Sururi.”

(ada tanda baca “koma”setelah kata “makan”).

Ada lagi yang perlu diperhatikan dan dicatat agar tidak lupa dengan seksama, yakni penggunaan yang sesuai dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Seperti kata “acuh” dan “peduli”. Di dalam KBBI itu sama. Sama-sama memiliki “memperhatikan”.  Terkadang orang sering salah menuliskannya.

Sesi Akhir :@edi_akhiles

bBos DivaPress masih muda, smart, kocak,asyik, friendly @edi_akhiles
Bos DivaPress masih muda, smart, kocak,asyik, friendly @edi_akhiles

Ini dia sesi yang ditunggu-tunggu peserta. Rektor KampusFiksi, owner DivaPress yang sudah banyak melahirkan karya terbaik dan menghasilkan penulis profesional lainnya. Membagikan ilmu yang dimiliki tentang TIPS & TRIK MENULIS FIKSI (CERPEN / NOVEL). Seorang Edi Akhiles adalah nama lain dari Edi AH Iyubenu alias Edi Mulyono.  Jujur nih, saya mengira seorang pemilik penerbit mayor dan besar, beliau orangnya ‘sangar’ dan sudah bapak-bapak yang usianya di atas 50 tahunan gitu. Eeh, ternyata belum juga menginjak usia empat puluh tahun, masih muda tapi prestasinya luar biasa. Sip. Orangnya kocak, memberikan ilmunya nggak membosankan juga lumayan gantenglah, hehe … 🙂

Beliau bilang “MENULIS ITU TERANCAM KEREN” hingga kalimat itu juga yang ditampilkan di baju kru Diva bagian belakangnya (ditunjukkan ke para peserta tulisan di balik punggung bajunya itu). Ya ya ya menulis memang keren abis, top markotop. Menulis itu bisa dilakukan di mana saja, melalui media apapun, dan bisa disambi dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain tanpa harus meninggalkan salah satunya. Wow, benar-benar menulis itu keren. Bagi saya menulis itu bukan terancam lagi akan tetapi “Menulis Memang Keren”, Bro…

menulis Itu mengasyikkan
menulis Itu mengasyikkan

Mengapa Menulis Itu Keren ?

  • Pengetahuan seorang penulis atau yang suka menulis itu di atas rata-rata.
  • Leluasa jadi penafsir
  • Mempengaruhi orang lain secara massal
  • NGETOP

Dari keempat poin yang menurut saya dasar itu adalah ciri-ciri seorang penulis yang baik karena akan selalu mengupdate dengan ilmu-ilmu yang banyak. So, perbanyak membaca buku dan browsing wacana artau informasi yang bermanfaat ya.

Menulis, tentang apa saja itu sudah keren. Melalui event Kampus Fiksi di sini dijelaskan lebih gamblang lagi baik mengenai tulisan fiksi entah itu cerpen maupun novel jauh lebih keren lagi. Sebenarnya ada dua pokok dalam menulis sebuah karya fiksi itu yakni :

  1. Ide atau Gagasan
  • Tips mencari ide (grabit!).

Sebenarnya ide bisa darimana aja, silakan klik opini mengenai “Darimana Datangnya Ide”

  • Ide atau cerita yang unik (mind set of the box)
  • Jelajahi imajinasi tanpa batas

 2. Penyajian (Teknik)

Tentang penyajian juga tak ketinggalan dibahas. Jangan lupa memperhatikan alur cerita, penokohan (karakter), konflik, setting, ending dan logika cerita.

Ada satu tips yang dikatakan Mas Edi Akhiles yang paling tidak disukai ternyata sama juga dengan apa ending yang paling tidak kusukai. Apa itu ? Ending yang dibuat mati. Bener, bener banget apa kata bos DivaPress bila ending seperti itu karena seakan-akan menyempitkan hidup. Bagi saya ending dibuat mati juga kehabisan ide cemerlang seorang penulisnya. Gak bisa meneruskan cerita yang berbelit-belit kali.

Dan saya paling suka dengan ending yang berakhri bahagia. Kenapa? Karena tulisan bagi seorang penulis itu merupakan doa, jadi menulislah yang baik-baik sayang (jadi kayak judul lagunya Wali Band aja) agar setelah menulis juga merasakan bahagia. 🙂

Acara yang diakhiri dengan tanya jawab dan setiap penanya mendapakan satu buku kumcer karya Edi Akhiles.

So, rugi banget buat yang nggak bisa ikutan acara keren dan bermanfaat ini. Ayo diadakan kembali di Malang ya. Jadi pengin ikutan Kampus Fiksi Regular yang diadakan di Yogyakarta agar ketemu teman-teman penulis yang lain dan berbagi ilmu menulis. Mantap dan diacungin jempol (y)

Saya turut bersyukur biar nggak dapat doorprise dari akhir acara pada sesi tanya jawab karena keterbatasan waktu, namun kutetap senang sudah mendapatkan banyak ilmu menulis serta 1 buku Silabus Menulis Fiksi karya Edi Akhiles, 3 buku tebal dari Penerbit DivaPress dan 1 buah bonus dari kawan penulis Malang Raya. Yang sering aja gasih gratis ya… hehe.. #Ngarep.com (NV29)

KAdo dari #KampusFiksi (maybe sering beli karya dari penulis Diva, rizki juga gak kemana-mana, 5 buku Free For me :)
Kado dari #KampusFiksi (maybe sering beli karya dari penulis Diva, rizki juga gak kemana-mana, 5 buku Free For me 🙂

Salam Indonesia Menulis, Salam Satu Jiwa @22042014

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

 

 

Iklan

One thought on “#KampusFiksi Malang : Menulis Itu Keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s