KAJIAN ISLAM (RAMADHAN) 6 ===> IBADAH UMROH


KAJIAN ISLAM (RAMADHAN) 6  ===> IBADAH UMROH
Written by : Novy E.R.

Kabah kiblat Sholt, Thawaf Mengelilingi Kabah.. Seakan-akan kita bisa melihat Allah SWT langsung depan kita, Subhanallah
Kabah kiblat Sholat, Thawaf Mengelilingi Kabah.. Seakan-akan kita bisa melihat Allah SWT langsung depan kita, Subhanallah (photo by : NV29)

Ibadah umroh  standart 9 atau 10 hari, itu saja terasa waktu berlalu sangat cepat. Masih ada yang kurang dan ingin kembali lagi untuk beribadah lebih lama di Tanah Suci , pusatnya agama Islam dan tempat-tempat bersejarah perjuangan para nabi dan rasul. Nah, kalau umroh hanya tiga hari apa malah bisa khusyuk beribadah?
Umroh yang artinya berkunjung atau berziarah ke tempat bersejarah dan berdoa di tempat-tempat mustajab karena banyak malaikat penuh rahmatNya diturunkan  di Tanah Suci tersebut.
Umroh disebut juga haji kecil tetap membutuhkan ibadah fisik dengan istirahat yang cukup, di samping ibadah rohani dengan melaksanakan ritual umroh seperti :

1. thawaf 7 kali putaran

2. sai di Bukit Shafa – Marwah 7 kali putaran

3. tahalul

Semua dilakukan dengan tertib agar lancar dan diberkahi olehNYA.

Belum lagi perjalanan antara Mekkah – Madinah memakan waktu lima jam perjalanan, mau berziarah ke junjungan Nabi Muhammad SAW mesti antri berjam-jam terlebih buat kaum hawa  hanya pada jam tertentu.

Bila kita berniat melakukan ibadah umroh ke Tanah Suci seharusnya ada waktu khusus dan tiba terburu-buru dalam kurun waktu yang sangat singkat. Niat lurus menghadap panggilan suci Allah SWT tidak boleh sedikitpun ada alasan lain kecuali IKHLAS, lillahi ta’ala.
Seperti saat ada isu miring virus MERS yang ternyata hanya isapan jempol belaka. Hanya dari orang-orang yang ingin melemahkan iman dan taqwanya kepada Allah SWT.  Banyak yang ragu dan takut sehingga niatnya kurang lurus dalam menuju panggilan Allah SWT hanya karena kuatir virus yang katanya berasal dari Onta (padahal ini hewan special).
Begitu pula dengan niat-niat yang tidak (kurang) ikhlas, lebih baik jangan beribadah umroh ke Tanah Suci dulu.

So, seringkali para travel saat hendak memberangkatan calon jamaahnya atau manasik haji bagi calon jama’ah yang akan berangkat selalu menanamkan niat yang lurus. Hanya karena Allah SWT.

Pesan sang penulis :

1. Agar meluruskan niat hanya karena Allah ta’ala. Haji bukan sekedar gelar atau sekadar memenuhi rukun Islam yang kelima. Umroh bukan sekadar berziarah (berkunjung) dan menyerbu pusat-pusat perbelanjaan.

2. Ada isu yang tidak jelas kebenarannya jangan dipercaya. Yang penting kita sudah berusaha tertib administrasi seperti suntik maningitis, meminum vitamin (suplemen) , istirahat yang cukup. Selanjutnya pasrahkan saja pada yang memanggil kita untuk datang menemui undangannya.

3. Berdoa sebisa dan semampu kita, Allah Maha Tahu isi hati setiap hambaNYA kok. Nggak perlu panjang-panjang dengan  kalimat yang dibuat sebagus mungkin. Allah tahu ketulusan dan kemurnian kita memohon, bermunajat padaNYA. Semua tergantung situasi dan kondisi.

4. Semangat dalam menuju panggilan suciNya dalam beribadah.

Salam Ukhuwah, NV29

@08072014 05:39 PM

 

 

Untuk semua usia tua muda, pria wanita, remaja, dewasa, ibu rumah tangga, karyawan(ti)….. Yang mau belajar nulis dan ngeblog bareng-bareng namun belum sempat bikin blog sendiri ayo gabung bersama kami.

Grup FB : http://www.facebook.com/#TravelWriting

Website :#TravelWriting

Whats App Grup “Writer” +628123368731

BBM Grup “Writer” 2AC53D74

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s