Seputar Curhat


15181713_10207561856952484_1614318740933762517_n
Sumber Gbr. Google

Curhat atau curahan hati. Hati-hati bila ingin mencurahkan isi hati kita. Jangan sembarangan. Mengapa?

Curhat sama manusia bisa bocor, solusi sering nggak ada jalan keluar. Apalagi bila ada yang memiliki rasa iri, dengki, hasut dan suka menjelek-jelekkan dengan menghalalkan segala cara.

eg. : Orang yang memiliki hutang, terlebih dahulu meminta bagaimana caranya membayar. Bukan pada sesama manusia awal mulanya kita bercerita, tapi pada Tuhan yang lebih awal kita ceritakan permasalahan kita. Baru kita bisa bercerita bila itu petunjuk Illahi. So pasti jalan keluar yang diberikannya akan cespleng, dari arah yang tak pernah disangka-sangka.

Atau tentang jodoh / pasangan kita. Bukankah lebih baik kita bertanya pada Sang Pencipta siapa itu orang menyukai kita atau kita sukai? Terkadang penilaian  orang sering kal menyesatkan karena adanya rasa iri, dengki bahkan bisa menjurus ke menjual omongan atau merebut kawan kita.

Curhat sama sosmed, seringkali bully membully, hujat, bikin bete dan hati kesal banget dibuatnya. Curahan hatinya  mungkin melalui karya puisi atau cerpen sih tidak masalah. Siapa tahu ada media cetak maupun elektronik yang ingin mempublikasikan lebih luas. Atau penerbit yang tertarik buat dijadikan sebuah buku. Ini hal yang positif.

Tapi kalau curahan hatinya cenderung curaha yang tidak bonafit, tidak keren. Hanya sekedar buat manis-manisnya update status dan mendapatkan like, komentar bahkan share yang banyak. Wah … jangan dech… Hellooo.. apa kata dunia ???

eg. :  Curhat tentang permasalahan rumah tangga (suami istri). Ini banyak juga sih terjadi. Terus timbul fitnah sana sini, perselingkuhan dan aneka jalan keluar yang tidak baik.

Lantas, ke siapa seharusnya kita menceritakan isi hati kita yang paling tepat dan benar? Biar plong dan lega hati ini.

Kenapa tidak ingat sama Allah SWT, pasti dijamin nyaman, tenang, bersih, nggak bocor, SO PASTI ada jalan yang terbaik . Di dalam Al Quran banyak disebutkan, “Allah Maha Mengetahui segala isi hati (kita).”   Tanpa terucap pun Dia sdah tahu apa yang kita resahkan. Galau. Do’a? Wujud bukti kita untuk tidak sombong dan disarankan memanjatkan sekaligus meminta pada yang lebih tinggi segala-galanya dari kita. Allah itu dekat, sedekat urat nadi kita.

Nah, masih mau curhat kepada sesama manusia yang diutamakan? Atau sosmed jadi ajang curhat yang ujung-ujungnya saling bully dan hujat? Sosmed jadi informasi yang bermanfaat. Belajar menulis yang lebih baik.(NV29)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s